Pertolongan Pertama Jika Tergigit Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau kelinci relatif bersahabat pada majikan yang memeliharanya. Tapi terkadang hewan peliharaan ini juga bisa menggigit. Apa yang harus dilakukan jika tergigit hewan peliharaan?

Gigitan dari hewan seringkali tidak dapat dihindarkan dan tiba-tiba terjadi begitu saja. Anjing lebih mungkin untuk menggigit daripada kucing. Namun, gigitan kucing lebih memungkinkan menyebabkan infeksi. Berbagai macam penyakit pun banyak yang ditularkan melalui gigitan hewan.

Maka itu jika ada orang di sekitar kita yang terkena gigitan hewan, setidaknya kita harus dapat melakukan sesuatu untuk menangani kondisi tersebut. Pertolongan pertama yang perlu dilakukan jika ada yang tergigit hewan seperti dikutip dari MayoClinic, Senin (8/8/2011), antara lain:

Gigitan berupa luka ringan

Jika bekas gigitan hewan pada kulit hanya merupakan luka ringan dan tidak ada kemungkinan bahaya rabies, maka penanganannya seperti pada luka kecil. Cuci luka tersebut dengan sabun dan air. Oleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi. Tutupilah luka tersebut dengan perban bersih.

Gigitan berupa luka yang dalam

Jika gigitan hewan menyebabkan luka yang dalam pada kulit atau kulit robek parah dan berdarah, maka tekanlah luka dengan menggunakan kain bersih dan kering untuk menghentikan perdarahan. Setelah dilakukan tindakan pertama untuk menghentikan perdarahan, kemudian segera hubungi rumah sakit atau dokter terdekat.

Gigitan yang menimbulkan luka infeksi

Jika melihat adanya tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan, nyeri, kemerahan segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Gigitan luka dengan dugaan rabies

Jika Anda mencurigai gigitan itu disebabkan oleh hewan yang mungkin membawa virus rabies, segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat. Hewan-hewan yang dicurigai membawa virus rabies adalah binatang liar atau peliharaan yang status imunisasinya tidak diketahui. Dokter merekomendasikan seharusnya mendapatkan suntikan imunisasi tetanus setiap 10 tahun.

Gigitan dari hewan peliharaan dan hewan liar yang tidak diimunisasi membawa risiko rabies. Rabies lebih sering berasal dari rakun, sigung, rubah dan kelelawar daripada daripada kucing dan anjing. Sedangkan kelinci, tupai dan binatang pengerat lainnya jarang membawa rabies.

(detikhealth.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s