Terkilir, Kompres Dingin atau Panas?

Setiap persendian dapat terkilir, demikian juga dengan bagian otot yang teregang. Untuk mengurangi pembengkakan serta rasa nyeri di bagian yang cedera disarankan untuk mengompres bagian tersebut dengan perawatan dingin. Kompres es merupakan bagian dari standar penanganan cedera, terutama begitu terjadi cedera dan masa 2 x 24 jam sesudahnya.

“Guna es ini adalah sebagai anti nyeri dan membekukan perdarahan agar tidak meluas. Bila diberi kompres panas, perdarahan akan semakin encer dan meluas,” kata dr.Michael Triangto, Sp.OK.

Pembengkakan pada daerah yang cedera adalah tanda adanya pembuluh darah yang terbuka. “Tanda perdarahan lainnya adalah bengkak, rasa panas, sakit, ruam merah dan tidak bisa melakukan gerakan-gerakan yang seharusnya bisa dilakukan,” papar dokter dari RS. Mitra Kemayoran Jakarta ini.

Pendinginan akan memperlambat metabolisme sel-sel pada area cedera sehingga memungkinan jaringan bertahan dengan pasokan oksigen terbatas. Dengan demikian, perbaikan sel menjadi lebih baik serta mempercepat penyembuhan.

Setelah dua hari, bagian yang cedera baru boleh diberikan kompres panas. “Pada masa ini dianggap perdarahannya sudah berhenti. Dengan kompres panas, pembuluh darah akan dilancarkan lagi. Penghangatan di bagian ini juga akan mengurangi nyeri dan kaku,” katanya. (kompas.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s