Amankah Bercinta dengan Wanita yang Sedang Keputihan?

Keputihan karena infeksi jamur atau bakteri pada organ intim wanita dapat menimbulkan gejala-gejala yang menjengkelkan, terutama pada wanita yang sudah menikah. Amankah bercinta dengan wanita yang sedang keputihan?

Keputihan sebenarnya adalah cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Pada dasarnya, cairan vagina berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina.

Bertambahnya cairan vagina secara normal dapat terjadi, misalnya saat kehamilan, saat masa subur ataupun akibat rangsangan seksual. Cairan vagina normal biasanya tak berbau, bening sampai agak keputihan dengan konsistensi cair berlendir.

Namun pada keputihan, biasanya disertai bau (bau asam, busuk), berwarna kekuningan, kehijauan, keabuan, konsistensi menjadi lebih kental (dapat menyerupai ingus) dan dapat disertai gatal.

Mungkin juga terdapat rasa nyeri saat berhubungan seksual atau terdapat bercak darah. Pada kondisi seperti ini, sebaiknya hubungan intim suami istri jangan dulu dilakukan, karena ada beberapa bahaya kesehatan.

“Hubungan intim ketika istri sedang mengalami keputihan (Fluor-albus) sebaiknya tidak Anda lakukan. Masalahnya, akan mengakibatkan iritasi, inflamasi (peradangan) dan infeksi pada isteri dan Anda pula,” jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Sabtu (24/12/2011).

Keputihan disebabkan oleh infeksi, baik bakteri, jamur, virus dan parasit. Ada pula keputihan yang diakibatkan oleh alergi (misalnya terhadap karet kondom) atau dipicu benda asing misalnya pada pengguna IUD (intrauterine device) atau spiral KB. Namun bila disertai bercak darah yang tidak sedikit, harus dipikirkan kemungkinan adanya tumor atau kanker.

“Hendaknya dalam hubungan intim harus berakhir dengan kenikmatan orgasme yang untuk mencapainya harus dengan alat-alat genital yang dalam kondisi sehat,” lanjut Dr Andri.

Untuk mengatasi keputihan secara tepat, sebaiknya dilakukan analisis secara akurat, mengenai penyebab dan faktor risiko. Pernah tidaknya kontak seksual merupakan hal penting yang wajib diutarakan untuk memperkirakan penyebabnya.

Bila sudah lama mengalaminya, lebih bijaksana bila Anda meluangkan waktu untuk berobat ke dokter kulit dan kelamin agar dapat dianalisis secara tepat dan mendalam. (detikhealth.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s