Tandanya Tak Mudah Kena Stroke: Jalan Cepat, Genggaman Kuat

Risiko stroke kadang susah dideteksi, sehingga bisa tiba-tiba menyerang siapa saja. Namun menurut penelitian, risiko stroke cenderung lebih kecil bila seseorang bisa berjalan lebih cepat dan menggenggam lebih erat dibanding orang lain.

Ahli saraf dari Boston Medical Center, Erica C Camargo, MD, PhD mengungkap kemampuan untuk berjalan lebih cepat dan menggenggam lebih erat sangat berhubungan dengan kondisi otak. Karena itu selain mempengaruhi risiko stroke, kondisi ini juga berkaitan dengan risiko pikun.

Dalam penelitiannya yang akan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Neurology di New Orleans pada April 2012 ini, Dr Camargo mengamati 2.400 laki-laki dan perempuan berusia rata-rata 62 tahun. Seluruhnya tidak punya riwayat stroke atau pikun sebelumnya. Dalam pengamatan secara berkelanjutan selama 11 tahun, sebanyak 79 partisipan terserang stroke dan stroke ringan atau transient ischemic attack. Selain itu, sebanyak 34 orang partisipan mulai menunjukkan gejala pikun atau demensia, yakni menjadi mudah lupa.

Ketika dibandingkan dengan pengukuran rata-rata kecepatan jalan kaki, Dr Camargo menemukan adanya hubungan yang kuat. Partisipan yang berjalan lebih lambat memiliki risiko stroke 1,5 kali lebih besar dibanding partisipan yang jalannya lebih cepat. Demikian juga saat dibandingkan dengan uji kognitif untuk mengukur kemampuan mengingat, berbahasa dan mengambil keputusan. Makin lambat para partisipan berjalan, makin rendah hasil uji kognitif dan diperkirakan berhubungan dengan colume ootak yang lebih kecil.

Hubungan yang sama juga ditemukan pada pengukuran kekuatan genggaman tangan. Pada usia di atas 65 tahun, partisipan yang memiliki genggaman tangan paling kuat memiliki risiko stroke dan pikun 42 persen lebih rendah dibanding yang genggamannya biasa-biasa saja.

“Meski hubungannya sangat kuat, sampai sekarang kami belum menyimpulkan bagaimana sebenarnya kecepatan berjalan dan kekuatan genggaman tangan bisa mempengaruhi risiko stroke dan pikun,” kata Dr Camargo dalam laporan ilmiahnya seperti dikutip dari WebMD, Kamis (16/2/2012). (detikhealth.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s