Kenali Luka Gigitan Hewan dengan Rabies

Jenis luka gigitan hewan dengan rabies menentukan cara penanganannya terhadap korban. Catatan pentingnya, apa pun jenis luka tersebut, penanganan terhadap korban harus dilakukan dalam waktu kurang dari 12 jam. Jika tidak segera tertangani dengan baik dalam 12 jam pertama, korban berisiko meninggal.

Kenali tiga jenis luka gigitan hewan dengan rabies berikut ini, termasuk penanganannya:

Luka jilatan atau sentuhan:

Pada Luka Tipe 1, luka diakibatkan oleh jilatan atau sentuhan hewan. Penanganannya, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun.

Luka cakar:

Luka Tipe 2 ini termasuk luka ringan, terjadi akibat cakaran, lecet, atau gigitan yang tidak parah. Bila luka tipe dua terjadi, sebaiknya segera cuci luka dan beri vaksin antirabies (VAR). Anda bisa mendapatkan vaksin di pusat rabies Puskesmas dekat tempat tinggal Anda.

Luka dengan pendarahan:

Luka Tipe 3 ini cukup berat. Di antaranya: luka yang mendekati jaringan saraf tepi, terjadi pendarahan hebat, atau menyebabkan cacat organ. Bila mengalami luka jenis ini, segera cuci dan beri vaksin antirabies (VAR), serta serum antirabies (SAR).

“Prinsip awal penanganan adalah pencucian. Luka harus dicuci dengan sabun atau deterjen menggunakan air mengalir, selama 10-15 menit. Hindari tindakan masif seperti menyikat luka, yang akan membuat kondisi makin parah,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ditjen P2PL Kementrian Kesehatan RI, dr Andi Muhadir pada seminar bertajuk Kenali dan Lawan Rabies, Menyongsong Indonesia Bebas Rabies pada 2020, di Jakarta.

Virus lyssa penyebab rabies memiliki struktur luar yang terdiri atas lemak. Pencucian dengan sabun atau deterjen ditambah air mengalir, akan meluruhkan struktur luar virus dan membuatnya kehilangan pertahanan. Aliran air akan membuang virus dari luka.

Andi juga mengingatkan untuk tidak menjahit luka yang cukup dalam. Kondisi anaerob di sekitar luka jahitan akan memudahkan virus atau bakteri lain masuk dan berkembang. Hal ini tidak baik untuk penyembuhan luka akibat gigitan hewan dengan rabies.

“Segera setelah dibersihkan berikan obat merah atau antiseptik lain. Setelah itu segera ke sentra pelayanan kesehatan atau pusat rabies, untuk kembali mendapatkan cuci luka dan pengobatan medis. Termasuk pemberian vaksin dan serum,” kata Andi.

Pemberian VAR, kata Andi, dibagi menjadi tiga periode yaitu saat digigit (pre-eksposure), sesudah digigit (posteksposure), dan bila kembali digigit (re-eksposure). Sedangkan pemberian SAR diberikan khusus pada korban luka dalam yang membutuhkan perlindungan lebih. SAR yang merupakan immunoglobulin ini hanya diberikan sekali di daerah sekitar luka dengan dosis 20 IU per kilogram berat badan.

“Pemberian vaksin wajib bagi seseorang yang hidup dekat dengan hewan berabies, misal pengasuh anjing atau banyak anjing di sekitar tempat tinggalnya. terutama vaksin yang pre-eksposure,” kata Andi.

Pemberian vaksin pada hewan bisa 100 persen mencegah dan melindungi dampak infeksi virus rabies pada manusia.

Sumber: Kompas.com

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s